Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

Setiap Cerita Punya Masa

Satu ketika di perpustakaan Aku punya keberanian mengungkapkan Tentang perasaan Tentang keyakinan menemukan Meski tak langsung aku dapat jawaban Hanya berselang beberapa hari Tulisan tanganmu menghampiri Kau menulis sendiri Kau terima dengan senang hati Hari-hari menjadi bahagia Mulai dari menyapa senja Sampai terjaga hingga terbit surya Kemeja batik darimu masih aku jaga Masakan tanganmu tak aku lupa Dari gunung hingga samudra Dari mall sampai kaki lima Semua cerita aku tulis bahagia Sampai kita bertemu pada suatu masa Dimana pengertian sudah beda makna Kenyataan bukan lagi impian belaka Kita sadar bahwa hidup harus tetap bahagia Semesta tak punya kuasa Ketika kita memang sudah beda Jika kamu masih menjaga kata-kata Waktu dulu aku mengirimkannya Maka hanyutkanlah kata-kata Biarkan ia hanya menjadi cerita Karena setiap cerita punya masa Terima kasih sudah menemaniku bercerita Selamat datang di ceritamu selanjutnya

Buku Beri Aku Harapan

Gambar
Buku Beri Aku Harapan Diterbikan juga di Zine Reang | Perjal Semesta melahirkanku dengan ketidaktahuan Tanpa nama dan pengertian Arti yang nantinya aku temukan Dari setiap langkah kaki kehidupan Pengertianku bukan aku yang temukan Tapi penemuan orang lain yang kutemukan Mungkin mereka juga hanya melanjutkan Aku bingung bagaimana mencari pengertian Pengertian tentang kenyataan-kenyataan Kenyataan seringkali justru kepalsuan Tipu daya kontruksi pikiran Tontonan televisi yang menjadi tuntunan Opini media masa sebagai pedoman Aku buta akan kebenaran Di dalam kebingungan aku mencari jalan Sampai satu buku aku temukan Ia ajarkan aku keberanian Mencari jawaban pertanyaan Aku baca lagi buku lain Ia memberikan perbedaan Buku memberiku pilihan wawasan Melayang terbangi cakrawala pikiran Satu buku beri aku satu jalan Semakin banyak buku makin banyak jalan Hingga ia memberiku harapan Menemukan jalan kebenaran

Pelangi di ujung tahun

Kepada gemuruh hujan dan tetesannya. aku berharap derasmu menghantarkanku kepada dirinya. Mengalir liuk melewati ilalang dan akar liar, berlabuh di tanah yang tepat bertemu pelangi. Gelegar petir semoga membangunkan ia dari persembunyiannya. keluarlah sejenak, temui aku dalam pencarian panjang. Entah sudah berapa tetesan hujan jatuh, masih belum kutemukan dirimu. Berapa juta tetes air lagi hingga kau menemuiku. tak inginkah kau bermain hujan berdua bersama. Oh gadis dengan pelangi di hatinya, mengapa kau terus bersembunyi. Lihatlah bagiamana aku kacau tanpa hadirmu, aku tak bisa melihat lagi indahnya warna-warnimu.

Pura-pura lupa

Semudah itu kah kau menghilang, seperti tanpa ingatan. Mudah bagimu mengatakan padaku, "yang sudah biarlah berlalu". Apa tak ada jejak hidupku dalam hidupmu? Oke, aku kalah. Aku akan pura-pura telah terlupa.

Aku Ingat Nasihatmu

"kamu harus punya cita-cita tak peduli bagaimana keadaannya hidup itu harus ada tujuannya tak peduli kamu bisa atau tidak kamu pasti punya hal yang kamu suka dalami itu jangan sampai sia-sia jika kamu suka menulis teruslah menulis tulislah semua yang menurutmu patut ditulis namun, sebaiknya tulisanmu bisa bermanfaat bermanfaat untuk semua orang yang membacanya dan janganlah menulis hanya karena dunia semata dan untuk bisa sampai ke tahap itu kamu harus banyak belajar belajar ke siapa saja di mana saja buatlah orang tuamu bangga aku yakin kamu bisa teruslah berusaha dan jangan lupa berdoa karena hanya dengan ridloNya kita bisa" masih ku ingat nasihatmu untukku itu, nasihatmu yang seperti tapakan jalan indah, sehingga aku tak bingung lagi kemana kaki harus melangkah nada bicaramu yang lembut selalu bisa sampai ke hatiku yang keras, tak hanya darimu aku dapat petuah namun petuahmu yang selalu teringat, dan semua petuahmu  akan selalu kuingat, entah me...

karena aku bukan siapa-siapa

aku tak pandai merangkai kata .. karena aku bukan seorang pujangga .. aku tak mahir mengatur nada berirama .. karena aku bukan pujangga nada .. coretanku jauh dari kata seni .. karena aku bukan seniman sejati .. nasihatku tak bisa damaikan hati .. karena aku bukan pemberi motivasi .. aku tak pandai berbagi ilmu .. karena aku bukan seorang guru .. aku tak bisa menyembuhkan penyakit .. karena aku bukanlah tabib .. makna dari kata tak nampak dari apa yang ku tulis .. karena aku bukanlah penulis .. kisah hidupku jauh dari kata romantis .. karena aku bukanlah seorang artis .. beginilah aku adanya .. aku tak bisa berbuat apa-apa .. dan hanya bisa bangga dengan semua .. karena aku bukan siapa-siapa ..

antara logika dan perasaan

kau bermain dengan perasaan. . justru dalam hidupku logika lah yang berperan. . kau tuntut pengertian. . namun aku ingin keterbukaan. . bagimu mendiam itu sebuah jawaban. . justru bagiku diam itu ribuan pertanyaan. . kau dengan caramu bisa nyaman . . dan dengan caraku aku nyaman. . mungkin ini memang kodrat tuhan. . antar logika dengan perasaan. . entahlah, namun sampai sejauh ini kita masih bertahan. . karena kita punya cinta yang menyatukan. .

lakukan

sering kali takut menjadi pemenang. . karena takut, kita urungkan niat untuk berjuang. . padahal rasa takut tak dengan sendirinya bisa hilang. . takut akan selalu ada jadi tembok penghalang. . jangan menunggu keajaiban datang. . semua tidak ada yang gampang. . namun kita akan jadi pemenang. . saat kita berani turun berperang. lakukan dan kerjakan. . hasil akhir biar tuhan yang menentukan. . karena tuhan melihat usaha yang kita lakukan. . dan tak kan pernah salah mengabulkan. .

Dunia ini bukan surga

Dunia ini bukan surga Dunia ada kekurangannya Dan supaya manusia mengurangi kekurangannya Dunia ini bukan surga Dunia harus ada usahanya Dan supaya manusia mengusahakannya Dunia ini bukan surga Dunia semua tak tersedia Dan supaya manusia menyediakannya Dunia ini bukan surga Dan jadilah sebagai penduduk dunia Dan bukan sebagai penghuni surga

Panen Padi

panas terik matari hari ini sungguh gila tak kuat aku menahannya hanya dengan topi di kepala apalagi debu di depan semakin riuh saja aku belokkan saja motorku ini ke arah sawah.. ah tidak, jalanannya tak bersahabat namun itu lebih baik dari pada harus berurusan dengan debu dan asap mobil yang jahat aku pelankan saja motorku ini biar tak sekarat sekalian biar aku bisa merasakan angin pesawahan yang sungguh nikmat kebenaran sekali hari ini sedang ada panen padi sambil terus berjalan kuperhatikan para petani sebagian dari mereka sudah beristirahat menepi terlihat memang kepegalan dari wajahnya, namun mereka tetap berseri aku hentikan motorku barang 10 menit untuk berbincang nampaknya panen ini membuat mereka senang bagaimana tidak, semua padi mereka menguning dengan matang dan hasilnya pun sesuai dengan apa yang mereka harapkan dia punya tiga orang anak yang semuanya masih duduk di bangku sekolah hasil panen ini sebagian besar digunakan untuk keperluan anak-anaknya dia harus hilan...

Alamku

Dulu di pagi itu.. kuterhampar diladang ayahku.. kutatap birunya langit.. dimana awan putih silih berganti rupa menghiasinya.. sinar mentari menjelaskan semuanya.. dan sang burung berterbangan dengan tenang.. Kuterbangun duduk, tatapanku berganti kedepan.. hamparan sawah yang hijau rapi tersusun indah.. pepohonan dengan gagah berdiri.. daunnya begitu lebat.. beragam hewan terlihat begitu senang.. Tak jauh didepanku pegunungan menjulang tinggi.. hijau yang terlihat begitu indah.. kuingat saat libur sekolah pergi kesana.. disana kudapat melihat desaku yang luas.. disana kumeraskan kenyamanan.. disana kurasakan kesejukan udara bebas.. Disampingku ada kebun bunga menghiasi.. bunga yang kutatap tak enggan untuk bermekaran.. membanggakan diri dengan warna-warni macamnya.. bergoyang melinggak lingguk terbawa angin.. Kupejamkan mata sejenak.. dan kucoba hirup udara disekitarku.. ah,, sungguh sejuk dan nyaman alam ini.. Ku ingin alamku tetap seperti ini.. tak seper...