Postingan

Pura-pura lupa

Semudah itu kah kau menghilang, seperti tanpa ingatan. Mudah bagimu mengatakan padaku, "yang sudah biarlah berlalu". Apa tak ada jejak hidupku dalam hidupmu? Oke, aku kalah. Aku akan pura-pura telah terlupa.
Ada hal yang tak seharusnya terjadi, seperti cintaku padamu. Cinta yang justru memisahkan, bukan mempersatukan seperti novel yang kubaca. Jika sudah begini, ingin aku buang saja perasaan sialan ini, supaya aku bisa bercerita denganmu lagi.

Kala itu

Sore itu, kala aku masih setia dengan langit oren menikmati senja. Pantulan matahari yang hendak pulang terlukis indah di atas permukaan air danau yang tenang. Aku merasa seperti ada yang berjalan ke arahku. Jauh dari arah selatan aku melihat samar seorang perempuan, langkah kakinya tanpa suara menuju ke arahku, angin meniup mesra kerudung merah mudanya. Semakin dekat aku mulai mengenalinya, perempuan dengan senyuman yang selalu ia jaga dari dulu. Senyuman tulus yang membuat nyaman mata memandang. Tanpa ada kata ia kemdian duduk di sampingku. Ia berkata, "aku memang tak seindah senjamu, tapi aku punya perasaan untuk mendengar keluh kesahmu." Baru kali ini aku mendengar kalimat seindag itu, terucap dari perempuan sang pemilik senyum tulus. Belum sempat aku balas, tiba-tiba keadaan di sekelilingku berubah, senja yang aku tatap berganti langit-langit kamar. Perempuan itu pun menghilang entah lewat arah mana ia pergi. Hm, ternyata ini semua hanya mimpi.

Sejarah dibalik pergantian tahun

Bulan terakhir 2016 menjadikan bulan tersibuk dalam sejarah hidupku. Tiga dunia yang aku ikuti semakin jelas di mana aku berperan. Pertama, kampus, tempat yang aku harapkan untuk menyelamatkan keinginanku sebagai penulis, perlahan mulai memperlihatkan jalan. Aku mulai menulis untuk majalah, setelah puisi pertamaku dimuat koran. Kedua, pesantren. Aku dipercaya sebagai sekretaris madrasah dan sekretaris test semester ganjil. Kesibukkan dengan pengalaman yang luar biasa, namun juga karena kelemahanku mengatur waktu membuat dunia lainnya sedikit terkorbankan. Keinginanku untuk mengamalkan ilmu juga mulai tersalurkan. Ketiga, organisasi. Aku mulai belajar kembali apa sesungguhnya organisasi. Satu dari sekian yang aku ikuti adalah permada, organisasi untuk mahasiswa yang alumni satu pesantren denganku. Ini organisasi baru, memulai dari nol. Semangat pergerakan aku rasakan dari tiap jiwa mereka. Namun, celakanya justru aku yang harus jadi ketua. Pemilihannya tepat tanggal 1 Januari 2017, s...

Mari Hijrah

     Bulan dzulhijah yang kita jalani sekarang ini merupakan bulan terakhir dalam penanggalan tahun hijriyah, tahun islam. Setelah habis hari dalam bulan dzulhijah, pada malam tanggal 1 muharrom, umat islam di seluruh dunia merayakan tahun baru hiriyah, tahun baru islam. Di mana pada hari itu umat islam dengan semarak akan merayakan dengan berbagai macam acara. Beda negara beda tradisi, beda pula acaranya, tapi semua satu tujuan untuk mempersatukan islam, merayakan tahun baru islam.        Di negeri kita Indonesia misalnya, seringkali diadakan tahlil atau istighosah bersama, kemudian dilanjutkan dengan pawai obor yang diikuti oleh semua muslim dari golongan anak-anak sampai orang tua, dari pekerja kantoran sampai pekerja biasa semuanya ikut berbaur merayakan. Baik itu nahdlatul ulama, muhammadiyyah ataupun ormas islam lain semuanya sama. Keesokan harinya diadakan lomba-lomba islami, semisal lomba qoshidah, marhabanan, pembacaan puis...

Aku Ingat Nasihatmu

"kamu harus punya cita-cita tak peduli bagaimana keadaannya hidup itu harus ada tujuannya tak peduli kamu bisa atau tidak kamu pasti punya hal yang kamu suka dalami itu jangan sampai sia-sia jika kamu suka menulis teruslah menulis tulislah semua yang menurutmu patut ditulis namun, sebaiknya tulisanmu bisa bermanfaat bermanfaat untuk semua orang yang membacanya dan janganlah menulis hanya karena dunia semata dan untuk bisa sampai ke tahap itu kamu harus banyak belajar belajar ke siapa saja di mana saja buatlah orang tuamu bangga aku yakin kamu bisa teruslah berusaha dan jangan lupa berdoa karena hanya dengan ridloNya kita bisa" masih ku ingat nasihatmu untukku itu, nasihatmu yang seperti tapakan jalan indah, sehingga aku tak bingung lagi kemana kaki harus melangkah nada bicaramu yang lembut selalu bisa sampai ke hatiku yang keras, tak hanya darimu aku dapat petuah namun petuahmu yang selalu teringat, dan semua petuahmu  akan selalu kuingat, entah me...

Islam itu fi'il (pekerjaan)

      Islam itu fiil bukan isim, islam itu pekerjaan bukan kata benda. Maka muslim (orang yang beragama islam) tidak hanya dengan mengaku diri sebagai islam saja terus dia dianggap muslim yang baik, melainkan harus mengerjakan rukun islam yang lima, yaitu : berikrar dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, menjalani sholat dengan rasa khusyu', mengeluarkan zakat dengan ikhlas, menjalankan puasa dengan dewasa dan melaksanakan ibadah haji dengan sepenuh hati. Karena -agama- Islam merupakan sebuah pekerjaan, dan setiap pekerjaan itu pastinya menghasilkan sesuatu, maka yang penting itu hasil dari pekerjaan itu sendiri, bukan status pekerjaan itu. Seperti contoh kita melaksanakan sholat, yang dalam Al-Qur"an berbunyi : إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ “ Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar .” (QS. Al ‘Ankabut: 45) Maka, seharusnya setelah kita selesai melaksanakan sholat, kita tak lagi berbuat...