Postingan

Cerpen Hujan, Kopi dan Jalan Pulang

"Hujan kadang dirindukan, terkadang juga tak diinginkan." Sudah empat jam berlalu, langit tak henti membasahi bumi, bahkan bukan hanya sekadar basah. Air yang jatuh tidak tahu kemana lagi dia harus mengalir. Warung kopi yang aku buka dari sore baru menyeduh tiga gelas kopi, satu untuk saya sendiri. Dari warung kopi aku melihat di tengah banjirnya jalan seorang bapak nampak kesal, motor bebeknya tidak lagi mau berjalan. Si bapak dengan perawakan pendek itu mencoba sekali lagi dan tetap tidak nyala, ia pasrah. Aku ke luar mendekat, “mogok pak?” “Iya, mungkin karena hujan, tadi kerendam banjir juga,” jawab si bapak. Aku mengajaknya menepi ke depan warung, aku bantu mendorong motornya. “Di luar saja mas, basah,” kata si bapak ketika aku mengajak ke dalam warung. Bibirnya menggigil biru. Khawatir memaksanya masuk hanya akan membuat kurang nyaman, aku bawakan dua kursi dan satu meja ke luar. “Istirahat dulu pak, ini barangkali mau merokok,” setelah rokok kuletakan di atas...

Memberitakan Pemerkosaan, Media Perlu Hati-Hati Menggunakan Diksi

Gambar
Memberitakan Pemerkosaan, Media Perlu Hati-Hati Menggunakan Diksi Kasus pemerkosaan di Indonesia masih sering kita jumpai. Media dalam memberitakan kasus-kasus tersebut terkesan biasa saja, seolah itu semata-mata persoalan individual. Bahkan tidak sedikit media justru menganggapnya seperti kisah sedih layaknya sinetron. Satu contoh aku temukan baru-baru ini, portal berita Tribunnews.com memberitakan kasus pemerkosaan dengan judul yang tak ramah perempuan. Kasus pemerkosaan yang terjadi di Tanggerang pada 22 Juni kemarin, tribun memberikan judul dengan kalimat "Seorang Pria di Tangerang Tak Kuasa Melihat Kemolekan Tubuh Sepupunya Tertidur di Sofa." Diksi yang digunakan dalam judul di atas justru memberikan perspektif keliru kepada pembaca. Pembaca akan beranggapan bahwa peristiwa itu terjadi karena salah perempuannya sendiri, seolah itu terjadi karena perempuannya bertubuh molek dan kebetulan tidur di atas sofa. Kata "tak kuasa" dalam judul ju...

Menciptakan Kerukunan Beragama dengan Alunan Nada Arumba

Gambar
Menciptakan Kerukunan Beragama dengan Alunan Nada Arumba Oleh: M. Hamdan Pak Yoyo sedang mempersiapkan kolintang " Alat musik tak punya agama, tapi ia punya kekuatan mempersatukan agama-agama." Kata Pak Suharyo bangga. Sebagai seorang muslim yang hidup di lingkungan islam, saya tidak pernah berhubungan dengan agama lain. Baru setelah masuk kuliah saya mulai bertemu dengan teman-teman yang beda agama. Pada akhirnya saya tertarik dan sering ikut dalam acara isu keberagaman beragama. Salah satunya adalah pengalaman yang saya tuliskan ini. Saya mendapatkan kesempatan sangat berharga dalam hidup. Hari Minggu (30/6), bersama teman-teman peserta Workshop Sejuk Malang, saya berkunjung ke Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Sukun, Malang. Saya beserta 9 teman lainnya ikut dalam pelaksanaan ibadah pagi di GKJW. Sebelumnya saya juga pernah beberapa kali melihat langsung proses ibadah di Gereja. Tapi ada yang unik di GKJW, terdapat alunan musik arumba mengir...

Anak tak diterima di sekolah favorit, apa yang harus orang tua lakukan?

Gambar
Anak tak diterima di sekolah favorit, apa yang harus orang tua lakukan? Oleh: M. Hamdan Dunia pendidikan tahun ajaran 2018-2019 telah usai. Kemendikbud mencatat ada 8,3 juta orang yang mengikuti Ujian Nasional pada tahun ini. Sekolah dari mulai tingkat dasar sampai menengah ke atas sudah mengumumkan hasil ujian dan kelulusan siswa-siswinya. Siswa-siswi yang dinyatakan lulus ini harus segera menentukan pilihan kemana ia hendak melanjutkan studinya. Ba hkan banyak sekolah yang sudah membuka pendaftaran sebelum kelulusan. Tahun ini, terjadi permasalahan baru dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), yaitu dengan diberlakukannya sistem zonasi. Diluar dari perdebatan itu, Kemendikbud menyebutkan bahwa salah satu alasan diterapkannya sistem zonasi adalah ingin menghapus imej "sekolah favorit". Sekolah yang mempunyai label favorit akan ramai didatangi peserta didik baru, sebaliknya sekolah yang tidak favorit akan cenderung lebih sepi. Pelabelan ...

Setiap Cerita Punya Masa

Satu ketika di perpustakaan Aku punya keberanian mengungkapkan Tentang perasaan Tentang keyakinan menemukan Meski tak langsung aku dapat jawaban Hanya berselang beberapa hari Tulisan tanganmu menghampiri Kau menulis sendiri Kau terima dengan senang hati Hari-hari menjadi bahagia Mulai dari menyapa senja Sampai terjaga hingga terbit surya Kemeja batik darimu masih aku jaga Masakan tanganmu tak aku lupa Dari gunung hingga samudra Dari mall sampai kaki lima Semua cerita aku tulis bahagia Sampai kita bertemu pada suatu masa Dimana pengertian sudah beda makna Kenyataan bukan lagi impian belaka Kita sadar bahwa hidup harus tetap bahagia Semesta tak punya kuasa Ketika kita memang sudah beda Jika kamu masih menjaga kata-kata Waktu dulu aku mengirimkannya Maka hanyutkanlah kata-kata Biarkan ia hanya menjadi cerita Karena setiap cerita punya masa Terima kasih sudah menemaniku bercerita Selamat datang di ceritamu selanjutnya

5 Cara Jatuh Cinta Pada Buku

Gambar
5 Cara Jatuh Cinta Pada Buku Hamdan Cha | Jatuh Cinta Pada Buku Membaca bagi sebagian orang sangat menyenangkan, bahkan ia bisa lupa waktu jika sudah berduaan dengan buku. Tapi tidak bagi sebagian yang lain. Banyak orang ingin bisa mempunyai rutinitas membaca, namun seringkali berujung membosankan. Bahkan ada slogan nyeleneh, "sudah lama nggak baca buku, sekalinya baca nggak lama."  Lalu apa yang salah? Bagaimana caranya untuk suka membaca. Baca juga:  Puisi: Buku Beri Aku Harapan 5. Mulai dari bacaan ringan yang kita suka Membaca seringkali membuat pusing, apalagi kalau sudah ketemu dengan kosa kata asing. Buku-buku teori lebih sering membuat orang frustasi. Maka hendaklah mulai membaca dengan bacaan ringan, semacam cerpen dan novel 4. Punya buku sendiri Memang kita bisa meminjam, atau sekedar baca di internet. Tapi ketika kita punya buku sendiri, kita akan sayang dan merasa kasihan kalau tidak dibaca, heheh... Lebih dari itu, kita bisa membacanya kapan...

Buku Beri Aku Harapan

Gambar
Buku Beri Aku Harapan Diterbikan juga di Zine Reang | Perjal Semesta melahirkanku dengan ketidaktahuan Tanpa nama dan pengertian Arti yang nantinya aku temukan Dari setiap langkah kaki kehidupan Pengertianku bukan aku yang temukan Tapi penemuan orang lain yang kutemukan Mungkin mereka juga hanya melanjutkan Aku bingung bagaimana mencari pengertian Pengertian tentang kenyataan-kenyataan Kenyataan seringkali justru kepalsuan Tipu daya kontruksi pikiran Tontonan televisi yang menjadi tuntunan Opini media masa sebagai pedoman Aku buta akan kebenaran Di dalam kebingungan aku mencari jalan Sampai satu buku aku temukan Ia ajarkan aku keberanian Mencari jawaban pertanyaan Aku baca lagi buku lain Ia memberikan perbedaan Buku memberiku pilihan wawasan Melayang terbangi cakrawala pikiran Satu buku beri aku satu jalan Semakin banyak buku makin banyak jalan Hingga ia memberiku harapan Menemukan jalan kebenaran