Postingan

Terima Kasih Malam

 Terima Kasih Malam           Waktu berganti setiap detik membawa perubahan rasa kepada jiwa yang hidup. Manusia dibekali kemampuan menyesuaikan diri dari bangun tidur hingga terlelap lagi. Kebanyakan mereka bekerja beriringan dengan matahari, berangkat ketika terbit dan pulang ketika tenggelam, tentunya karena ada kewajiban yang harus dijalankan saat itu. Berbeda dengan diriku beberapa tahun belakangan ini, setelah lulus kuliah menjadi sesuatu yang langka untuk hidup dengan matahari.           Aku memilih hidup di tengah malam di saat orang lain terlelap karena siang yang melelahkan. Saat ufuk fajar terbit tubuh sudah meminta beristirahat, akhirnya aku masih terlelap ketika yang lain baru memulai hari, sarapan pun menjadi sesuatu yang hilang. memilih tidak hidup pagi karena bosan melihat orang lain sibuk sedangkan aku tanpa kegiatan. Alasan lain adalah karena jiwa yang ada dalam diri lebih nyaman dengan k...

Sebuah Jurnal

Gambar
"Filosofi Kafir dalam Al-Qur'an: Analisis Hermenutik Schleiermacher" adalah sebuah judul karya tulisku yang kemudian dimuat oleh jurnal Tashwirul Afkar Cover Jurnal Afkar Untuk teman teman yang hendak membacanya silahkan ke link berikut:  Jurnal Afkar

Cerpen Hujan, Kopi dan Jalan Pulang

"Hujan kadang dirindukan, terkadang juga tak diinginkan." Sudah empat jam berlalu, langit tak henti membasahi bumi, bahkan bukan hanya sekadar basah. Air yang jatuh tidak tahu kemana lagi dia harus mengalir. Warung kopi yang aku buka dari sore baru menyeduh tiga gelas kopi, satu untuk saya sendiri. Dari warung kopi aku melihat di tengah banjirnya jalan seorang bapak nampak kesal, motor bebeknya tidak lagi mau berjalan. Si bapak dengan perawakan pendek itu mencoba sekali lagi dan tetap tidak nyala, ia pasrah. Aku ke luar mendekat, “mogok pak?” “Iya, mungkin karena hujan, tadi kerendam banjir juga,” jawab si bapak. Aku mengajaknya menepi ke depan warung, aku bantu mendorong motornya. “Di luar saja mas, basah,” kata si bapak ketika aku mengajak ke dalam warung. Bibirnya menggigil biru. Khawatir memaksanya masuk hanya akan membuat kurang nyaman, aku bawakan dua kursi dan satu meja ke luar. “Istirahat dulu pak, ini barangkali mau merokok,” setelah rokok kuletakan di atas...

Memberitakan Pemerkosaan, Media Perlu Hati-Hati Menggunakan Diksi

Gambar
Memberitakan Pemerkosaan, Media Perlu Hati-Hati Menggunakan Diksi Kasus pemerkosaan di Indonesia masih sering kita jumpai. Media dalam memberitakan kasus-kasus tersebut terkesan biasa saja, seolah itu semata-mata persoalan individual. Bahkan tidak sedikit media justru menganggapnya seperti kisah sedih layaknya sinetron. Satu contoh aku temukan baru-baru ini, portal berita Tribunnews.com memberitakan kasus pemerkosaan dengan judul yang tak ramah perempuan. Kasus pemerkosaan yang terjadi di Tanggerang pada 22 Juni kemarin, tribun memberikan judul dengan kalimat "Seorang Pria di Tangerang Tak Kuasa Melihat Kemolekan Tubuh Sepupunya Tertidur di Sofa." Diksi yang digunakan dalam judul di atas justru memberikan perspektif keliru kepada pembaca. Pembaca akan beranggapan bahwa peristiwa itu terjadi karena salah perempuannya sendiri, seolah itu terjadi karena perempuannya bertubuh molek dan kebetulan tidur di atas sofa. Kata "tak kuasa" dalam judul ju...

Menciptakan Kerukunan Beragama dengan Alunan Nada Arumba

Gambar
Menciptakan Kerukunan Beragama dengan Alunan Nada Arumba Oleh: M. Hamdan Pak Yoyo sedang mempersiapkan kolintang " Alat musik tak punya agama, tapi ia punya kekuatan mempersatukan agama-agama." Kata Pak Suharyo bangga. Sebagai seorang muslim yang hidup di lingkungan islam, saya tidak pernah berhubungan dengan agama lain. Baru setelah masuk kuliah saya mulai bertemu dengan teman-teman yang beda agama. Pada akhirnya saya tertarik dan sering ikut dalam acara isu keberagaman beragama. Salah satunya adalah pengalaman yang saya tuliskan ini. Saya mendapatkan kesempatan sangat berharga dalam hidup. Hari Minggu (30/6), bersama teman-teman peserta Workshop Sejuk Malang, saya berkunjung ke Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Sukun, Malang. Saya beserta 9 teman lainnya ikut dalam pelaksanaan ibadah pagi di GKJW. Sebelumnya saya juga pernah beberapa kali melihat langsung proses ibadah di Gereja. Tapi ada yang unik di GKJW, terdapat alunan musik arumba mengir...

Anak tak diterima di sekolah favorit, apa yang harus orang tua lakukan?

Gambar
Anak tak diterima di sekolah favorit, apa yang harus orang tua lakukan? Oleh: M. Hamdan Dunia pendidikan tahun ajaran 2018-2019 telah usai. Kemendikbud mencatat ada 8,3 juta orang yang mengikuti Ujian Nasional pada tahun ini. Sekolah dari mulai tingkat dasar sampai menengah ke atas sudah mengumumkan hasil ujian dan kelulusan siswa-siswinya. Siswa-siswi yang dinyatakan lulus ini harus segera menentukan pilihan kemana ia hendak melanjutkan studinya. Ba hkan banyak sekolah yang sudah membuka pendaftaran sebelum kelulusan. Tahun ini, terjadi permasalahan baru dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), yaitu dengan diberlakukannya sistem zonasi. Diluar dari perdebatan itu, Kemendikbud menyebutkan bahwa salah satu alasan diterapkannya sistem zonasi adalah ingin menghapus imej "sekolah favorit". Sekolah yang mempunyai label favorit akan ramai didatangi peserta didik baru, sebaliknya sekolah yang tidak favorit akan cenderung lebih sepi. Pelabelan ...

Setiap Cerita Punya Masa

Satu ketika di perpustakaan Aku punya keberanian mengungkapkan Tentang perasaan Tentang keyakinan menemukan Meski tak langsung aku dapat jawaban Hanya berselang beberapa hari Tulisan tanganmu menghampiri Kau menulis sendiri Kau terima dengan senang hati Hari-hari menjadi bahagia Mulai dari menyapa senja Sampai terjaga hingga terbit surya Kemeja batik darimu masih aku jaga Masakan tanganmu tak aku lupa Dari gunung hingga samudra Dari mall sampai kaki lima Semua cerita aku tulis bahagia Sampai kita bertemu pada suatu masa Dimana pengertian sudah beda makna Kenyataan bukan lagi impian belaka Kita sadar bahwa hidup harus tetap bahagia Semesta tak punya kuasa Ketika kita memang sudah beda Jika kamu masih menjaga kata-kata Waktu dulu aku mengirimkannya Maka hanyutkanlah kata-kata Biarkan ia hanya menjadi cerita Karena setiap cerita punya masa Terima kasih sudah menemaniku bercerita Selamat datang di ceritamu selanjutnya