Postingan

Cara Mengatasi Masalah Besar

Gambar
Pernahkah kamu mengetik tulisan cara mengatasi masalah besar ke pencarian google? Jika pernah, maka kamu tidak sendiri. Aku juga pernah melakukan hal yang sama, ketika masalah yang aku hadapi terasa mustahil terselesaikan. Aku merasa diriku ini tidak berdaya, aku terlalu kecil untuk menghadapi masalah besar ini. Jawaban yang ditawarkan google terkait cara mengatasi masalah besar ternyata beragam. Sayangnya aku tidak bisa berinteraksi dengan google. Dia nggak tahu masalah besar apa yang sedang aku hadapi. Toh masalah yang dihadapi manusia itu tidak sama kan, maka seharusnya cara mengatasi masalah besar nya pun berbeda. Tetapi setidaknya kita bisa belajar dari pengalaman orang lain, itu tidak salah sama sekali. Maka google bisa sedikit membantu. Jika kamu baca tulisan ku saat ini, pun masalah kita berbeda. Bisa jadi masalah besarku sudah aku lalui atau justru aku sedang berhadapan dengan masalah lainnya. Untuk itu aku tidak bisa menulis cara mengatasi masalah besar untuk mu secara sempur...

Tiga Yasin di Malam Nishfu Sya'ban

Pada suatu desa ketika adzan maghrib hendak berkumandang, para bapak sudah berkumpul di sekitaran mushola. Bercakap tentang bola, kendaraan, sawah sampai tentang tetangganya yang baru punya hajat besar. Kemudian seorang bapak menanyakan kepada imam mushola perihal apakah benar malam nanti adalah tepat nishfu sya'ban. Imam mushola menjawab bahwa benar nanti malam adalah nishfu sya'ban. Bapak yang lain menengok ke arah timur langit  Bulan benderang meski langit belum gelap, hujan yang kemarin. mengguyur seharin seperti mempersilahkan para bapak untuk berkumpul di mushola tepat di malam nishfu sya'ban. Selang berapa menit kemudian datang anak imam mushola membawa dua dus aqua gelas. Katanya untuk acara nanti malam. Imam mushola mengingatkan bahwa nanti malam membaca surat yasin sebanyak tiga kali  Setiap malam nishfu sya'ban, di desa itu semua jamaah mushola dari orang tua sampai anak kecil ikut berkumpul untuk membaca surat yasin. Pembacaan surat yasin dilaksanakan setela...

Ingin Punya Rumah Sendiri

Mimpi saya untuk 2 tahun ke depan adalah membeli rumah. Terkesan songong emang, cuma apa salahnya orang punya keinginan. Minimalnya beli tanah lah kalau memang punya rumah itu mimpi yang ketinggian.  Kenapa rumah? Iya aku ingin punya rumah sendiri, sepertinya aku bisa lebih berekpresi ketika punya rumah sendiri. Bisa melakukan ini itu, bisa belajar mengatur diri, bisa belajar menjadi hidup rapih. Dari rumah sendiri akan muncul ide-ide untuk berbuat lebih banyak.  Lalu rumah yang bagaimana? Aku ingin punya rumah yang punya ruang untuk menerima tamu. Rumah yang membuat tamu nyaman. Tetapi juga ada ruang privasi untuk aku ketika butuh sendiri. Aku ingin punya rumah yang di depannya punya ruang untuk tanaman dan kolam ikan, meski tidak besar. Aku ingin punya rumah yang masih ada jarak dengan tetangga, tidak tembok bertemu tembok. Rumahku harus ada ruang tamu, rung keluarga, dua kamar, dapur, kamar mandi, ruang stok dagangan onlineku plus ruang untuk santai. Besar juga ya, heheh. T...

Ganti Rumah

Sudah semenjak dari Januari aku menulis dalam buku catatan. Harapannya satu, hanya aku saja yang baca. Untuk aku bersyukur telah melewati banyak hal, untuk aku belaja ke depannya hingga tidak ada kata sesal. Sialnya tulisanku hilang baru-baru ini. Bodoh, aku tidak memikirkan itu sebelumnya.  Aku kembali ke blog ini, rumah tempat aku berkeluh kesah. Sekalian aku ganti nama saja blog ini. Supaya tidak ada yang menemukan keluh kesahku ini. Tulisan lamaku di blog ini segaja tidak aku hapus, aku sudah tahu patah hatinya kehilangan tulisan. Aku tidak mau mengulanginya. Nama blog ini pun tidak ada maksud apa-apa. Hanya nama ini yang terlintas di pikiranku. Bahwa semua orang ada di jalan. ****** Sudah itu saja pembukannya. ***** Lalu malam ini aku ingin lanjut bercerita tentang kepercayaan. Sungguh aku berharap suatu saat tulisan ini mengingatkanku bagaimana harus hati-hatinya menjaga kepercayaan sehingga tidak seperti aku saat membuat tulisan ini. Hari ini aku hanyalah seseorang yang kris...

Lupa melanjutkan tulisan

 2 Januari Kemarin sempat mau nulis tentang introvert. Karena hari ini tanggal 2 januari diperingati sebagai hari Introvert se-Dunia. Sebelum nulis aku baca-baca dulu, lihat youtube ttg introvert dsb. Baca dari jam 1 sampai jam 4, lapar dong. Akhirnya keluar cari makan, apa aja yang penting nasi. Karena pada liburan tahun baru banyak warung nasi yang tutup, alhasil beli chicken yg siap saji gitu.  "Mas nggak liburan?" Tanyaku "Nggak mas, kalau liburan juga nggak tau mau kemana?" "Sama keluarga?" Tanyaku lagi "Tahun baruan mah nggak seperti hari raya." Setelah pesanan selesai aku kembali pulang, untuk makan karena nggak biasa saja makan di tempat warung makan atau sejenisnya. Laptop masih terbuka, aku makan. Selesai makan aku nggak kembali ke laptop, ke asrama pesantren lihat temen-temen santri yang sedang buat papan tulis. Dalam hati, aku harus nulis, tapi sebisa mungkin masih bergaul. Di asrama sampai jam 8, eh ada temen dari Jakarta datang. 2 o...

Memaknai Pemberian Semesta

Satu Januari 2022, aku ingin memulai kembali kehidupan-kehidupan yang telah aku diamkan sebentar. Bangun pagi karena sudah ada janji dengan beberapa teman, mengunjungi seseorang yang sudah seperti kakak yang mengajarkan aku apa itu pengabdian. Jam 8 baru bangun, berserah kepada Tuhan, maaf aku terlambat. Kirim whatsapp bertanya kepada satu teman, “Hari ini jadi kan?” iya jawab sedang lembur di sekolah, teman yang lain sedang ada acara dengan keluarganya. Menyebalkan, setidaknya mereka memberi kabar kemarin atau tadi malam deh, atau lebih paling tidak berkabar sebelum aku bertanya. Ini penyakit lama, aku kalau sudah punya janji selalu tidak punya rencana bagaimana kalau janji itu batal. Karena apa, karena aku selalu berusaha memperjuangkan apa yang sudah direncanakan. Sering aku marah dengan orang yang menggagalkan begitu saja, Cuma tak ada gunanya. Jadi aku balas saja pesan itu singkat, “kenapa nggak berkabar sebelumnya.” Kemudian sudah nggak mood lagi untuk berbalas whatsapp. Ap...

Catatan Malam Akhir Tahun

Baiklah, disini aku ingin menuliskan sesuatu. Usiaku sudah tidak lagi muda, ini lebih ke tua. Di ujung tahun ini aku masih bersyukur untuk beberapa hal. Pertama, Keluarga Setelah wisuda tepatnya aku bingung mau ngapain, ada beberapa tawaran wisuda S2 di beberapa tempat. Tetapi tidak tega melihat keluarga. Kemudian ada beberapa bulan aku berpikir harus bagaimana, melanjutkan mimpi ngambil S2 filsafat atau bahkan cari S1 sastra. Atau aku harus kembali ke keluarga, berbuat sesuatu untuk membahagiakan mereka.  Tenaga mama sudah tak sekuat dulu, kesehatan mimi juga sering angin-anginan jatuh sakit. Aku berpikir aku harus punya penghasilan untuk setidaknya meringankan beban, memberikan apa yang mereka inginkan.  Namun, setelah keputusanku untuk mementingkan keluarga tiba-tiba ada yang menasihati seperti ini, "apakah kebahagiaan orang tua itu tanggung jawabmu, apakah mereka tidak bisa bahagia sendiri, kemudian bagaimana dengan kebahagiaanmu. Bisa jadi mereka akan bahagia melihatmu me...